JAKARTA, 2 Februari 2026 — Dalam upaya berkelanjutan memperkuat budaya mutu akademik serta menyelaraskan kurikulum dengan standar akreditasi nasional dan internasional, Politeknik STMI Jakarta menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Senin (2/2/2026). Workshop ini menghadirkan pakar kurikulum, Mila Fauziyah, S.T., M.T., sebagai narasumber utama.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, ketua program studi, serta dosen Pengembang Kurikulum Politeknik STMI Jakarta ini berfokus pada strategi implemetasi OBE komprehensif, penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), mekanisme perbaikan berkelanjutan (Continuous Quality Improvement / CQI), hingga penyesuaian kriteria akreditasi.
Terdapat tiga pilar utama kerangka OBE dimana narasumber menekankan bahwa implementasi OBE di perguruan tinggi vokasi harus dilaksanakan secara utuh yang mencakup tiga pilar utama yaitu (1) Outcome-Based Curriculum (OBC) berupa perancangan dan penyusunan kurikulum berpatokan utama pada pencapaian CPL, bukan sekadar profil lulusan statis; (2) Outcome-Based Learning and Teaching (OBLT) berupa pelaksanaan proses pembelajaran dan asesmen yang selaras dengan CPL (constructive alignment) dan (3) Outcome-Based Assessment and Evaluation for Improvement (OBAE) berupa evaluasi ketercapaian CPMK dan CPL secara terukur dan transparan guna mendukung siklus CQI.
Beberapa poin krusial yang dibahas dalam Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk diimplementasikan pada tingkat program studi antara lain (1) evaluasi CPMK secara terpisah dalam standar LAM-IABEE, ketercapaian capaian pembelajaran (Student Outcomes) dinilai berdasarkan ketercapaian setiap individu mahasiswa, bukan sekadar rata-rata kelas, (2) aturan remedial berbasis CPL, (3) Integrasi Project-Based Learning (PBL) & Capstone Design, serta (4) pembentukan Advisory Board. Melalui penyelenggaraan workshop ini, Politeknik STMI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan mempercepat pemenuhan target akreditasi prodi menuju predikat Unggul.