Berita Mutu

Politeknik STMI Jakarta Laksanakan Audit Mutu Internal Kinerja Tahun 2025 untuk Memperkuat Budaya Mutu Berkelanjutan

S
Satuan Penjaminan Mutu Politeknik STMI Jakarta
30 Jan 2026 • 2 kali dibaca
Politeknik STMI Jakarta Laksanakan Audit Mutu Internal Kinerja Tahun 2025 untuk Memperkuat Budaya Mutu Berkelanjutan
Politeknik STMI Jakarta melalui Satuan Penjaminan Mutu (SPM) telah melaksanakan Audit Capaian Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal

Jakarta, Februari 2026 – Politeknik STMI Jakarta melalui Satuan Penjaminan Mutu (SPM) telah melaksanakan Audit Capaian Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Kinerja Tahun 2025 pada 21–23 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengevaluasi ketercapaian standar mutu, mengidentifikasi ketidaksesuaian, serta merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Politeknik STMI Jakarta Tahun Kinerja 2024 berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, khususnya Pasal 52 ayat (1), yang menegaskan bahwa penjaminan mutu pendidikan tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Pelaksanaan penjaminan mutu juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, serta Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang berlaku pada saat kegiatan audit dilaksanakan. Secara internal, audit mengacu pada dokumen Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Politeknik STMI Jakarta yang ditetapkan melalui Peraturan Direktur Nomor 91/BPSDMI/STMI/PER/XII/2020. Landasan tersebut menjadi acuan dalam mengevaluasi keterlaksanaan standar, mengidentifikasi ketidaksesuaian, serta merumuskan tindak lanjut untuk peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Audit Mutu Internal (AMI) merupakan bagian penting dari pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal di lingkungan Politeknik STMI Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memantau kepatuhan program studi dan unit kerja terhadap standar yang telah ditetapkan, mengevaluasi efektivitas penerapan sistem penjaminan mutu, serta mengidentifikasi peluang perbaikan. Hasil audit diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dan penyusunan tindakan korektif maupun pencegahan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan pendukung institusi.

Pelaksanaan audit mengacu pada dokumen SPMI Politeknik STMI Jakarta yang ditetapkan melalui Peraturan Direktur Nomor 91/BPSDMI/STMI/PER/XII/2020. Ruang lingkup evaluasi mencakup 27 standar SPMI, yang terdiri atas delapan standar pendidikan, delapan standar penelitian, delapan standar pengabdian kepada masyarakat, serta standar visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS), kemahasiswaan, dan kerja sama. Pelaksanaan audit juga berkaitan dengan evaluasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 pada unit-unit terkait, sehingga pemeriksaan tidak hanya berfokus pada ketercapaian standar akademik, tetapi juga pada efektivitas proses dan tata kelola organisasi.

Audit Internal Program Studi SIIO 2025

Audit dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu self-assessment oleh auditee melalui Google Form, audit dokumen atau evaluasi meja (desk evaluation), audit kepatuhan melalui kunjungan dan klarifikasi oleh auditor, serta tindak lanjut atas temuan audit. Proses verifikasi dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan dokumen, dan klarifikasi terhadap bukti ketercapaian standar. Kegiatan ini melibatkan auditor internal yang ditetapkan melalui Keputusan Direktur Politeknik STMI Jakarta Nomor 031/BPSDMI/STMI/KEP/I/2026, dengan partisipasi program studi, manajemen, serta unit kerja pendukung sebagai auditee.

Hasil audit pada lima program studi menunjukkan adanya sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Program Studi Teknik Industri Otomotif (TIO) mencatat enam temuan, Sistem Informasi Industri Otomotif (SIIO) sepuluh temuan, Teknik Kimia Polimer (TKP) delapan temuan, Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) tujuh belas temuan, dan Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO) sepuluh temuan. Temuan tersebut terutama berkaitan dengan kelengkapan dokumentasi pembelajaran, pemantauan dan evaluasi proses pembelajaran, kualifikasi serta kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, keterlibatan praktisi industri, serta kelengkapan data penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan luaran akademik untuk mendukung akreditasi program studi.

Pada aspek pembelajaran dan sumber daya manusia, beberapa program studi masih perlu memperkuat dokumentasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dokumen kelengkapan mata kuliah, laporan monitoring dan evaluasi pembelajaran, serta bukti integrasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam pembelajaran. Selain itu, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan ketersediaan tenaga laboratorium yang kompeten, persentase dosen berkualifikasi doktor, jabatan akademik dosen, dan keterlibatan dosen industri atau praktisi. Sebagai contoh, Program Studi SIIO mencatat kebutuhan perbaikan terkait rasio mahasiswa dan dosen, kualifikasi dosen, serta dokumentasi monitoring pembelajaran. Sementara itu, pada Program Studi ABO dan TRO, sejumlah temuan berkaitan dengan dokumentasi kurikulum dan bukti luaran tridarma yang relevan dengan visi keilmuan program studi.

Audit Internal Subbag Umum dan Keuangan 2025

Melalui pelaksanaan AMI Kinerja Tahun 2025 dan RTM pada 6 Februari 2026, Politeknik STMI Jakarta diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Setiap program studi dan unit kerja diharapkan menindaklanjuti temuan sesuai target waktu yang telah disepakati serta memastikan efektivitas tindakan perbaikan melalui verifikasi auditor. Dengan demikian, AMI tidak hanya menjadi sarana evaluasi kepatuhan terhadap standar, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola, dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan di Politeknik STMI Jakarta.


Bagikan Berita Ini:
×